Perintah Dasar Debian Beserta Penjelasannya

Assalamu’alaikum……

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi ilmu mengenai perintah-perintah dasar di linux.
Namun ada baiknya bahwa anda mengetahui struktur direktori pada linux terlebih dahulu sebelum melangkah ke perintah dasar, klik disini.
Jika anda telah mengetahui dan faham tentang struktur direktori di linux, anda dapat langsung belajar mengenai perintah dasar. Secara default, terminal yang sering kita lihat akan memiliki beberapa karakter seperti berikut:
~  : Tanda ini menunjukkan bahwa anda sedang berada di direktori /home
$  : Tanda ini menunjukkan bahwa user yang sedang aktif adalah user biasa, tanda $ akan berubah menjadi # jika user yang aktif adalah root
Absolute Paths dan Relative Paths
Absolute Paths
Paths  berarti jalan atau jalur, dalam hal ini adalah jalur sebuah direktori dalam hirarki sistem linux. Absolute paths berarti sebuah jalur dimulai dari root (/) dan drektori yang berada dibawahnya.
Contoh:
/home/budi/amin/ahmad
Dibawah root terdapat direktori yang bernama homedibawahnya terdapat direktori yang bernama budidibawah direktori budi  terdapat direktori aminbegitu seterusnya. Jadi absolute paths ini mengharuskan anda untuk mengetikkan susunan direktori secara lengkap., misalkan anda ingin berpindah ke direktori ahmadanda harus mengetikkan perintah /home/budi/amin/ahmad secara lengkap.
Relative Paths
Relative paths berarti sebuah jalur yang tidak dimulai dari root, tetapi dari posisi direktori terahir.
Contoh:
/home/budi/amin/ahmad
Jika anda sekarang berada didirektori amin dan ingin berpindah kedirektori ahmadmaka anda cukup mengetikkan perintah cd ahmadTanpa harus mengetikkan perintah cd /home/budi/amin/ahmad yang tentunya terlalu panjang.
Format Penulisan Perintah Dasar
        
$  ls  -a  /home/budi
 keterangan
prompt($)                        : $ menunjukkan user biasa, dan # menunjukkan user root
nama perintah(ls)            : adalah perintah yang ingin anda jalankan
argumen                         : sesuatu yang ditambahkan keperintah. Argumen terdiri dari option dan paths.
            Option(-a)                       : adalah pilihan yang bisa anda gunakan untuk menghasilkan kondisi tertentu dari suatu perintah
            Path(/home/budi)    : adalah sesuatu yang akan diproses oleh perintah, misalnya nama file atau nama direktori
Perlu anda perhatikan bahwa perintah yang akan diberi option harus ditambahkan tanda dash (-) sebelum argumen option. Selain itu anda juga dapat menggunakan option lebih dari satu. Berikut contoh penulisan perintah dasar:
Penulisan perintah tanpa argumen
ls
Penulisan perintah menggunakan argumen berupa option
ls -l
Penulisan perintah menggunakan argumen berupa path
ls /home
Penulisan perintah menggunakan argumen berupa option dan path
ls -l /home
Aturan Penulisan Perintah Dasar
Penggunaan huruf besar dan kecil
Dalam menuliskan peintah harus diperhatikan apakah perintah tersebut menggunakan huruf besar atau huruf kecil. Karena huruf besar dan huruf kecil diartikan berbeda oleh linux.
Penggunaan tanda baca
Kita harus meneliti penggunaan koma, titik, slash, backslash, maupun spasi. Karena jika terjadi kesalahan dalam penggunaan tanda baca, perintah tidak bisa dijalankan
Ejaan kata dari perintah yang digunakan
Perintah dasar dalam linux menggunakan bahasa inggris, anda harus memastikan bahwa ejaan penulisan anda harus benar jika tidak ingin terjadi eror
Beberapa Kesalahan yang Mungkin Terjadi Saat Menggunakan Perintah Dasar
command not found
Bila terjadi eror dengan pesan diatas, periksa kembali ejaan perintah yang anda ketikkan. Mungking terjadi kesalahan penulisan perintah, atau memang perintah yang anda ketikkan tidak ada. Karena bila mendapat pesan kesalahan seperti ini berarti perintah tidak dikenali sebagai perintah linux.
Contoh: 
Dari contoh diatas bisa kita lihat bahwa saya hanya mengetikkan perintah , dan kita ketahui juga bahwa linux tidak mengenal perintah tersebut
invalid option
Eror ini terjadi bila anda memeberikan option yang salah atau tidak ada pada perintah yang anda ketikkan. Jadi buka manual dari perintah tersebut dan cek kembali option yang anda berikan.
Contoh:
Kita ketahui bahwa perintah ls tidak mempunyai option –z , untuk mengetahui option dari perintah tersebut anda bisa membuka manualnya
no such file or directory
Bila anda mengetikkan perintah yang memiiki argumen berupa path atau file, periksa kembali apakah file atau direktori yang anda maksud sudah benar. Karena bila file atau direktori tidak ada, maka akan tampil pesan eror seperti diatas.
Contoh:
Kita lihat bahwa tidak ada direktori dengan nama ahmad, jadi begitu saya mengetikkan perintah untuk membuka direktori ahmad tentunya akan terjadi eror
missing operand
Kita akan mendapatkan eror ini bila perintah yang kita ketikkan kurang. Ada beberapa perintah yang tidak bisa berdiri sendiri, perintah ini baru akan berjalan jika ada argumen, jadi bila argumen tidak ada akan muncul pesan kesalahan tersebut.
Contoh:
Logikanya jika kita ingin memindah suatu file, tentunya ada tujuannya. Jika kita tidak mencantumkan tujuannya, tentunya perintah akan eror
Fitur-Fitur Bantuan
man
Adalah salah satu perintah yang bisa memberikan informasi lengkap (manual) mengenai perintah dasar yang anda ingin ketahui. Bahkan perintah ini juga menyediakan informasi mengenai dirinya sendiri.
Format             : man nama_perintah
Contoh             :
Contoh diatas merupakan manual dari perintah man
info
Selain mencari bantuan dari man, perintah info juga bisa digunakan untuk membaca dokumentasi suatu perintah. Tetapi tidak semua distro linux menyediakan perintah ini.
Format             : info nama_perintah
Contoh            :  
Contoh diatas merupakan info dari perintah ls
whatis
Perintah ini akan menampilkan informasi singkat mengernai suatu perintah
Format             : whatis nama_perintah
Contoh             :
apropos
Berfungsi untuk menampilkan informasi singkat mengenai perintah yang hanya anda ketahui sebagaian atau anda ingin menampilkan perintah yang berhubungan dengan sesuatu. Perintah ini akan sangat membantu kita jika kita tidak tahu perintah yang ingin kita cari dokumentasinya.
Format             : apropos sebagian_nama_perintah
Contoh            :
Pada suatu kasus saya ingin menghapus sebuah direktori, namun saya benar-benar lupa apa perintah yang saya gunakan, jadi saya tinggal ketikkan saja apropos delet dan disana terlihat perintah rmdir dengan keterangan untuk menghapus direktori
–help
Bantuan yang satu ini berupa option yang bisa kita tambahkan ke perintah dasar yang kita inginkan. Penambahan option ini bertujuan untuk menampilkan informasi singkat mengenai perintah tersebut
Format             : nama_perintah –help

Contoh             :

history
Semua perintah yang sudah pernah kita jalankan akan disimpan kedalam history. Secara default perintah-perintah yang bisa ditampung dalam history adalah 1000 perintah
Format             : history

Contoh             :

fitur completion
Fitur ini pasti akan anda sukai, karena dengan adanya fitur ini, kita bisa menjadi pemalas dengan sukses. Pada saat anda mengetik suatu perintah yang panjang, anda akan dimudahkan dengan fitur ini, karena anda tidak perlu mengetik semua perintah, anda hanya cukup mengetik beberapa huruf awalnya saja kemudian tekan tombol tab pada kyboard. Sistem akan melengkapi perintah tersebut.
Contoh             : /home/komarudin/ahmad/rosid
Jika saya ingin menuju direktori rosidsaya hanya perlu mengetikkan perintah cd /home/komarudin/r kemudian saya tekan tabsystem akan otomatis melenkapinya menjadi cd /home/komarudin/ahmad/rosid
Perintah Dasar
ls
Perintah ini berfungsi untuk menampilkan isi dari suatu direktori. Perintah ini bisa berdiri sendiri ataupun dijalankan deengan argumen, baik option maupun path. Unutk lebih jelasnya anda bisa membaca manual nya.
Format             : ls option nama_direktori atau cukup hanya ls

Contoh             :

pwd
Perintah ini berfungsi menampilkan lokasi dimana kita sekarang berada (print working direktory). Perintah ini tidak mempunyai argumen option maupun path
Format             : pwd

Contoh             :

mkdir
Perintah ini berfungsi untuk membuat direktori
Format             : mkdir nama_direktori

Contoh             :

Sebelumnya tidak tercantum direktori ahmad, namun setelah saya ketikkan perintah mkdir ahmad, dapat kita lihat bahwa sudah terdapat direktori ahmad
cd
Perintah untuk berpindah direktori yang aktif
Format             : cd direktori_yang_anda_tuju

Contoh             :

Pada awalnya kita lihat bahwa saya ada di direktori /home/rosid, namun setelah saya ketikkan perintah cd ahmad/, saya langsung pindah ke direktori /home/rosid/ahmad
rmdir
Perintah ini berfungsi untuk menghapus direktori kosong.
Format             : rmdir nama_folder

Contoh             :

Kita lihat ada direktori rosid dan ahmad, langkah pertama kita coba hapus direktori rosid dengan perintah rmdir rosid/, namun tidak berhasil. Langkah kedua kita coba menghapus direktori ahmad dengan perintah yang sama, ternyata berhasil. Direktori rosid tidak dapat kita hapus dikarenakan direktori tersebut tidak kosong. Jadi dapat kita simpulkan bahwa perintah rmdir ini hanya digunakan untuk menghapus direktori yang kosong
touch
Perintah untuk mengganti waktu pembuatan suatu file. Tetapi bila file yang anda ketikkan belum ada, maka secara otomatis file tersebut aka dibuat. Anda bisa menetukan tipe file yang anda inginkan. Tetapi file yang dibuat dengan perintah ini adalah file kosong
Format             : touch nama_file

Contoh             :

Kita lihat direktori Videos dibuat pada 2014-06-08 pukul 02:21, setelah kita ketikkan perintah touch Videos, tanggal pembuatannya berganti menjadi 2014-06-20 pukul 09:14

Dari contoh kedua kita amati bahwa sebelumnya tidak ada file ahmad, jadi begitu kita ketikkan perintah touch ahmad otomatis akan membuat file ahmad
cat
Perintah ini digunakan untuk menampilkan isi file. Biasanya file yang ditampilkan dengan perintah ini adalah file yang bertipe teks
Format             : cat nama_file

Contoh             :

Perlu anda perhatikan bahwa yang dapat ditampilkan di terminal adalah file berekstensi .txt,  jika bukan file berekstensi .txt akan ditampilkan dengan karakter yang kurang jelas
more
Perintah ini bisa digunakan untuk menampilkan isi file teks dengan tampilan perlayar. Kita akan membutuhkan perintah ini saat kita membaca file yang panjang. Untuk menampilkan layar selanjutnya gunakan tombol spasi. Tetapi dengan perintah ini anda tidak bisa melihat tampilan layar terdahulu
Format             : more nama_file

Contoh             :

Untuk mengahiri penampilan isi file tersebut, gunakan kombinasi tombol ctrl+z
less
Memiliki fungsi yang sama dengar more, tetapi anda bisa menampilkan tampilan layar terdahulu dengan menggunakan tombol panah atas atau page up
Format             : less nama_file

Contoh             :

Untuk mengahiri penampilan isi file tersebut, gunakan kombinasi tombol ctrl+z
cp
Berfungsi untuk mengcopy atau menduplikat file dan direktori.
Format             : cp nama_file_lama nama_file_baru

Contoh             :

Kita amati bahwa sebelumnya tidak terdapat file bernama komarudin, kita akan mencoba mengcopy file ahmad menjadi file komarudin dengan perintah cp ahmad komarudin. Ternyata file ahmad berhasil kita copy menjadi file komarudin

Contoh kedua kita coba untuk mengcopy file komarudin ke direktori lain, yaitu /home/rosid/Desktop/Untuk memebuktikannya kita lihat di direktori /home/rosid/Desktop/Ternyata disitu sudah terdapat file bernama komarudin, jadi kesimpulannya kita berhasil
mv
Perintah untuk memeindahkan file atau direktori, perintah ini juga dapat digunakan untuk merename nama file atau direktori
Format             : mv nama_file nama_file_baru atau mv nama_file direktori_tujuan

Contoh             :

Dapat kita lihat bahwa ada sebuah file bernama ahmad,  namun setelah kita ketikkan perintah mv ahmad ahmad2, file ahmad  berubah menjadi ahmad2

Contoh kedua kita mencoba untuk memindahkan file ahmad2 ke direktori /home/rosid/Templates/. Untuk memastikan, kita coba cek didalam direktori tujuan tersebut, ternyata berhasil
rm
Untuk menghapus file atau direktori
Format             : rm nama_file/direktori

Contoh             :

Kita lihat bahwa pada awalnya terdapat file bernama rosid.txt, kita akan coba menghapus file ini dengan perintah rm rosid.txt, ternyata setelah kita cek ulang, file tersebut sudah hilang

Contoh kedua kita akan mencoba menghapus direktori yang ada isinya, yaitu direktori Templates yang berisi file ahmad2Kita ketikkan perintah rm Templates ternyata masih gagal. Solusinya adalah kita perlu menambahkan option –r setelah perintah rm, yaitu menjadi rm –r Templates. Untuk memastikan, kita coba cek ulang isi direktori /home, ternyata direktori Templates sudah hilang
find
Perintah ini digunakan untuk mencari suatu file dalam direktori tertentu. Anda bisa melakukan pencarian berdasarkan nama, ukuran, dengan memberikan option yang anda inginkan
Format             : find path option

Contoh             :

Maksud dari perintah tersebut adalah mencari semua file berekstensi .txt di direktori /home/rosid/Desktop
which
Menampilkan lokasi perintah dasar yang kita cari. Perintah ini juga bisa digunkan untuk mencari file program yang bisa dieksekusi
Format             : which nama_perintah

Contoh             :

Dari contoh diatas dapat kita simpulkan bahwa perintah shutter berada di direktori /user/bin/shutter, dan perintah mkdir  berada di direktori /bin/mkdir
whereis
Hampir sama dengan which, yaitu untuk menampilkan lokasi perintah dasar, tetapi dengan perintah ini, file binary, source, dan manual juga ditampilkan
Format             : whereis nama_perintah

Contoh             :

tar
Untuk mengextract file yang di kompres dengan menggunakan perintah teks dilinux. File yang bisa diextract dengan menggunakan perintah ini adalah file yang berekstensi .tar.gz atau .tar.bz2
Format             : tar option nama_file

Contoh             :

Kita lihat pada awalnya hanya terdapat file b43-fwcutter dengan tulisan warna merah, namun setelah kita extract, terdapat dua file dengan nama tersebut, yaitu berwarna merah dan biru
unzip
Perintah ini digunakan untuk mengekstrak file kompres yang berekstensi .zip
Format             : unzip option nama_file

Contoh             :

Hampir sama dengan perintah tar, hanya saja jika tar mengextract file berekstensi .tar.gzperintah ini mengextract file berekstensi .zip
head
Perintah ini digunakan untuk menampilkan beberapa baris awal dari isi file. Secara default yang ditampilkan adalah sepuluh baris awal file. Jika ingin menampilkan jumlah baris tertentu, tambahkan option -xdimana x adalah jumlah baris
Format             : head option file_yang_ingin_dilihat

Contoh             :

Gambar yang kiri menunjukkan perintah head tanpa option, sedangkan yang kanan menunjukkan perintah head menggunakan option. Perlu diperhatikan bahwa yang dimaksud baris adalah dengan pemisah enter, bukan spasi. Jadi meskupun terdapat banyak sekalai tulisan tetapi tidak ada satupun enter, maka tulisan tersebut hanya dianggap sebagai satu baris
tail
Menampilkan isi akhir file. Secara default perintah ini akan menampilkan sepuluh baris teerahir suatu file. Jika ingin menampilkan jumlah baris tertentu, tambahkan option -x, dimana x adalah jumlah baris
Format             : tail option file_yang_ingin_dilihat

Contoh             :

Gambar yang kiri menunjukkan perintah tail tanpa option, sedangkan yang kanan menunjukkan perintah tail menggunakan option

grep
Anda dapat mencari karakter atau kata yang diinginkan dari sebuah file yang terdiri dari banyak kaimat.
Format             : grep option kata_yang_dicari

Contoh             :

Kita mencoba untuk mencari kata coba dari file ahmadrosid.txt. Kita lihat bahwa kata coba berada di kalimat baris terahir. Sistem akan menampilkan kalimat yang mengandung kata yang kita cari
wc
Perintah untuk  menampilkan jumlah baris, jumlah kata, dan ukuran dari sebuah file
Format             : wc option nama_file

Contoh             :

Contoh tersebut menunjukkan bahwa file ahmadrosid.txt memiliki 20 baris, 61 kata, dan 345 karakter
sort
Perintah ini digunakan untuk menampilkan isi file teks secara urut
Format             : sort option nama_file

Contoh             :

File ahmadrosid.txt memiliki urutan pertama zidan, namun jika ditampilkan dengan perintah sort, otomatis akan diurutkan sesuai abjad
uname
Perintah ini akan menampilkan informasi system komputer anda. Antara lain tipe mesin komputer, hostname, nama dan versi sistem operasi dan tipe prosesor. Informasi yang anda dapatkan sesuai dengan option yang anda berikan
Format             : uname option

Contoh             :

Contoh tersebut menunjukkan beberapa penggunaan optionyaitu –a yang artinya adalah menampilkan semua informasi sistem,  -m yang menampilkan informasi tentang mesin-r yang menampilkan informasi tentang rilis kernel so-p menampilkan informasi tentang prosesordan –v menampilkan informasi tentang versi so
date
Perintah ini akan menampilkan tanggal dan waktu system
Format             : date

Contoh             :

cal
Perintah ini digunakan untuk menampilkan kalender
Format             : cal

Contoh             :

Perintah ini dapat menampilkan kalender perbulan ataupun pertahun, sesuai dengan option yang kita berikan
df
Perintah ini digunakan untuk menampilkan penggunaan space file system dari harddisk kita
Format             : df

Contoh             :

du
Perintah ini digunakan untuk menampilkan ukuran direktori atau file
Format             : du

Contoh             :

    

uptime
Perintah ini digunakan untuk mengetahui informasi tentang lama sistem berjalan setelah terahir reboot atau mati. Informasi yang diberikan adalah waktu sekarang, lama sistem telah berjalan, berapa jumlah user yang login, dan load sistem sejak 1 menit, 5 menit, dan 15 menit terahir.
Format             : uptime

Contoh             :

Gambar tersebut menunjukkan saat ini, yaitu pada jam 13:27:13 komputer saya telah bekerja selama 56 min
hostname
Perintah untuk menampilkan nama dari komputer (hostname)
Format             : hostname

Contoh             :

free
Perintah untuk menampilkan penggunaan memori
Format             : free

Contoh             :

ps
Perintah ini akan memeberikan informasi mengenai proses apa saja yang sedang aktif, siapa pemilik proses tersebut, berapa lama proses berjalan dan berapa ID atau nomor pengenal proses.
Format             : ps

Contoh             :

pstree
Perintah ini memiliki fungsi yang sama dengan perintah ps, tetapi ditampilkan dalam bentuk pohon. Sebenarnya di linux tidak ada proses yang berdiri sendir
Format             : pstree

Contoh             :

who
Perintah ini digunakan untuk menampil kan user yang sedang login saat ini. Informasi yang tampak adalah nama user diterminal, berapa user yang aktif, dan waktu loginnya
Format             : who

Contoh             :

whoami
Perintah ini digunakan untuk menampilkan siapa user yang sedang kita pakai
Format             : whoami

Contoh             :

id
Perintah ini digunakan untuk menampilkan identitas user yang sedang aktif
Format             : id option

Contoh             :

tty
Perintah ini digunakan untuk menampilkan nama terminal dimana saat ini kita berada. Di linux kita bisa membuka beberapa terminal, ini disebut virtual terminal
Format             : tty

Contoh             :

Gambar tersebut menunjukkan terdapat 6 terminal yang aktif, masing-masing terminal memiliki nomor tty yang berbeda
su
Kita dapat berpindah dari user yang sedang aktif menjadi user lain tanpa harus melakukan logout, yaitu menggunakan perintah su. Namun jika setelah perintah su tidak diikuti nama user, oleh sistem akan dianggap bahwa kita ingin login menjadi root
Format             : su nama_user

Contoh             :

adduser
Perintah ini digunakan untuk membuat user baru. Perintah ini harus dijalankan melalui user root
Format             : adduser option nama_user_baru

Contoh             :

Dari contoh, saya mencoba untuk menambah user dengan nama ahmad dengan perintah adduser ahmad, setelah mengetikkan perintah tersebut, saya diminta untuk mengisikan paswordfull nameroom numberwork phonehome phonedllnamun hal itu dapat kita kosongi saja. Untuk memastikan keberhasilah pembuatan user, kita coba login menggunakan user yang baru, ternyata berhasil
sudo
User biasa dapat menggunakan hak root, sehingga dapat menjalankan perintah-perintah milik user root.  Tetapi sebelum menggunakan perintah sudo, user tersebut sudah harus masuk ke dalam daftar pengguna sudo. Untuk memasukkan user kedalam daftar, gunakan perintah visudo
Format             : sudo option

Contoh             :

Kita ketahui bahwa perintah untuk menambah user merupakan hak akses root, jadi saat kita menuliskan perintah adduser tanpa sudo pasti akan gagal, namun dapat kita lihat bahwa setelah kita tambahkan sudo sebelum perintah adduserkita berhasil menambah user meskipun kita login sebagai user biasa
Visudo
Perintah ini digunakan untuk menambahkan atau mengurangi daftar user pengguna perintah sudo
Format             : visudo

Contoh             :

Contoh tersebut menjelaskan bahwa ahmad ingin menggunakan sudonamun ahmad tidak terdaftar sebagai user sudoUntuk mendaftarkan ahmad ke daftar pengguna sudo adalah dengan mengetikkan perintah visudo (dalam keadaan root). Kemudian cari kalimat # User privilege specification dan tambahkan nama user yang anda kehendaki dibawah root (lihat contoh).

Untuk menyimpan gunakan kombinasi tombol ctrl+x kemudian dan enter. Untuk pembuktian, kita gunakan perintah login (milik root). Pada awalnya tidak bisa dikarenakan tidak kita ketikkan sudonamun setelah kita ketikkan sudoperintah tersebut berhasil dijalankan oleh ahmad

 

passwd
Setelah membuat user baru dengan perintah useradd, kita perlu membuatkan pasword dengan perintah passwd. Perintah ini juga digunakan jika anda ingin mengganti password yang sudah ada. Untuk mengganti pasword user lain, gunakan user root, namun jika seorang user yang sedang login ingin mengganti paswordnya sendiri, maka tidak perlu masuk root
Format             : passwd option nama_user

Contoh             :

Kita lihat bahwa setelah membuat user baru dengan perintah useradd, sistem tidak meminta kita untuk memasukkan pasword, kita harus memasukkan pasword untuk user baru tersebut menggunakan perintah passwd

userdel
Perintah ini digunakan untuk menghapus user yang telah dibuat.
Format             : userdel option nama_user_yang_ingin_dihapus

Contoh             :

Pada tampilan GUI di direktori /home kita lihat terdapat 3 userkita akan uji coba untuk menghapus salah satu user dengan menggunakan perintah userdel –r very (option –r menunjukkan bahwa kita ingin menghapus direktori milik user tersebut).

Untuk memastikan, kita coba lihat kembali di direktori /home, ternyata user very telah terhapus

 

groupadd
Perintah ini digunakan untuk membuat group. Group yang dimaksud disini adalah sekelompok user yang saling bergabung dan mempunyai ketentuan tersendiri dikelompoknya. Setiap kali user baru dibuat, secara default sistem akan membuatkan sebuah grup yang namanya sama dengan nama user tersebut. Selain grup yang dibuat secara default oleh sistem, kita juga bisa membuat grub baru menggunakan perintah ini
Format             : groupaad option nama_grub_baru

Contoh             :

groupdel
Grup yang telah ada juga dapat dihapus mengguanakan perintah groupdel
Format             : groupdel nama_grup_yang_ingin_dihapus

Contoh             :

redirection
Anda mengerti maksud dari perintah cat>nama_file.txt ? Dengan mempelajari redirection ini, anda akan memahami perintah tersebut. Dalam Linux/Unix, terdapat istilah standard input, standard output, dan standard eror
standard input adalah masukan atau input standar dari suatu perintah atau program
standard output adalah keluaran atau output standar dari suatu perintah atau program
standard eror adalah keluaran atau output standard jika pada perintah atau program terjadi keslahan
Standard input, output, dan eror dapat dibelokkan menuju tujuan lain, mislanya membelokkan standar output suatu program ki file, atau membelokkan standard input suatu program dari suatu file. Proses membelokkan ini disebut redirection. Simbol yang digunakan untuk pembelokan ini adalah:
>                      : untuk output
<                      : untuk input
>>                    : penamabahan output
Untuk penggunaannya, user tinggal menambahkan simbol yang diinginkan pada perintah yang diberikan
Format             : option redirection file_penampung

Contoh             :

Contoh pertama memiliki arti bahwa kita menampilkan isi direktori /home menjadi sebuah file isi_home

Contoh kedua berarti kita ingin mencari kata smk dari file isi_home

Contoh ketiga berarti kita akan menggabungkan isi dari file isi_home ke file tanpa mengubah isi dari file ­isi_home
pipe
Pipe atau pipeline digunakan untuk komunikasi antar proses (perintah). Dengan pipe anda dapat menghubungkan sebuah perintah yang menghasilkan sebuah output dengan perintah lain yang akan memproses output tersebut
Format             : option pipa  option

Contoh             :

Contoh pertama menggabungkan perintah ls –l dengan perintah  tail. Contoh kedua menggabungkan perintah ls tail dan grep
clear
Jika tampilan dilayar cukup banyak dan membuat kita bingung, anda dapat membersihkannya dengan perintah ini atau dengan shortcut ctrl+l
Format             : clear

Contoh             :

Gambar sebelum diberikan perintah clear

Gambar setelah diberikan perintah clear
 
file
Perintah ini digunakan untuk melihat tipe suatu file
Format             : file nama_file

Contoh             :

Gambar tersebut menunjukkan bahwa file bernama Selection_001.png mempunyai tipe png image

alias
Perintah ini digunakan untuk membuat alias, yaitu kita dapat membuat suatu perintah yang fungsinya sama dengan perinta yang sudah ada. Perintah ini juga digunakan untuk menampilkan perintah alias yang sudah dibuat
Format             : alias perintah_baru=perintah_lama

Contoh             :

Kita mencoba untuk mebuat alias perintah ls dengan dir. Untuk membuktikannya kita coba ketikkan perintah dirternyata fungsinya sama dengan perintah ls
ping
Perintah ini digunakan untuk melakukan test konektifitas antara komputer dalam suatu jaringan
Format             : ping alamat_komputer

Contoh             :

Contoh tersebut tidak berhasil dikarenakan komputer saya tidak terkoneksi dengan jaringan
top
Perintah ini digunakan untuk menampilkan aplikasi yang menggunakan resource CPU dan Memory tertinggin pada system
Format             : top

Contoh             :

cmp
Untuk menampilkan perbedaan antara file
Format             : cmp file1_file2

Contoh             :

Perintah tersebut menunjukkan perbandingan antara file isi_home dengan file k
kill
Menghentikan proses yang sedang berjalan. Metode pemberhentiannya adalah menggunakan nomor id dari proses tersebut
Format             : kill nomor_id_proses_tersebut

Contoh             :

Kita amati bahwa pada awalnya terdapat 2 proses topyaitu dengan id  6850 dan 6851, kita akan mencoba untuk menghentikan proses dengan id 6851, ternyata berhasil
&
Perintah ini  digunakan untuk menajalankan suatu proses dibelakang layar
Format             : perintah&

Contoh             :

Kita amati bahwa pada awalnya tidak ada proses topkemudian kita ketikkan perintah top& untuk menjalankan proses top, proses tersebut memang tidak terlihat dilyar, namaun saat kita cek proses apa yang sedang berlaku, disitu terdapat proses top
bc
Fasilitas ini digunakan sebagai kalkulator, namun fasilitas ini tidak terdapat pada versi unix standard
Format             : bc

Contoh             :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here