Cara Konfigurasi IP Statis di OS Debian

Cara Konfigurasi IP Statis di Network Interface OS Debian(CLI)

Mengapa konfigurasi IP statis itu diperlukan? karena IP yang di konfigurasi secara statis tidak akan pernah berubah. Selain itu, komputer yang dikonfigurasi secara statis tidak akan mengalami limited connection.

Langkah-langkah konfigurasi IP statis di network interface OS Debian

  1. Masuk ke menu network interface

Mengapa harus masuk ke menu network interface? karena untuk menyimpan konfigurasi IP statis pada komputer. Selain itu, network interface juga menyimpan informasi tentang routing.

Untuk masuk ke menu network interface dengan cara nano /etc/network/interfaces. Maka, akan masuk ke tampilan menu network interfaces seperti screenshot dibawah ini.

Mengapa menu network interface tampilannya seperti itu?

Alasannya adalah sebagai berikut:

  • Kata auto yang mendahului nama suatu interface, menandakan bahwa interface tersebut akan dinyalakan secara otomatis pada saat restart. Interface lo tidak memiliki konfigurasi IP, karena interface lo digunakan sebagai loopback sehingga memiliki IP  yang pasti yakni 127.0.0.1, alamat IP ini digunakan oleh komputer untuk komunikasi dengan dirinya sendiri.
  • Pada interface eth0, ganti script allow-hotplug menjadi auto. Agar konfigurasi yang telah kita setting mulai secara otomatis setelah komputer di restart. Caranya seperti screenshot dibawah ini.

2. Ubah pengaturan network interface menjadi statis

Mengapa pengaturan network interface di ubah menjadi statis? karena, komputer tersebut akan dikonfigurasi IP statis bukan dhcp.

Cara mengubah pengaturan network interface adalah dengan mengganti script dhcp menjadi static. Untuk lebih jelasnya perhatikan screenshot di bawah ini.

3. Cara konfigurasi IP statis

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat konfigurasi IP statis :

  • Address = menentukan IP address yang akan digunakan oleh komputer.
  • Network = menentukan network address komputer.
  • Netmask = menentukan subnet mask dari IP address komputer.
  • Broadcast = menentukan alamat broadcast yang digunakan komputer untuk memperkenalkan diri kepada jaringan lain.
  • Gateway = menetukan default gateway yang digunakan ketika komputer tersebut mengirim paket data ke luar jaringan.
  • Dns-nameservers = menentukan DNS server yang akan digunakan oleh komputer.

Cara konfigurasi IP statis adalah dengan menambahkan script address, network, netmask, broadcast, gateway dan dns-nameservers dibawah script iface eth0 inet static. Untuk lebih jelasnya perhatikan screenshot dibawah ini.

Maka hasilnya seperti screenshot dibawah ini.

Setelah selesai, Kemudian simpan dengan cara Ctrl+X kemudian tekan Y lalu enter.

4. Restart network interface

Mengapa network interface direstart? karena untuk mengaktifkan konfigurasi IP statis yang telah di setting.

Cara merestart network interface adalah dengan perintah service networking restart.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here