Lab 114 – Switching Physical to Logical Topology
Materi Switching Physical to Logical Topology ini spertinya sedikit sulit dijelaskan menggunakan kata-kata. Jadi kita mendingan langsung belajar ngelab menggunakan GNS3 untuk memudahkan. Berikut topologi Switching Physical to Logical Topology yang akan kita praktekan pada lab ini
Gambar 1 Phyisical Topology
Gambar topologi diatas adalah gambaran yang menunjukkan phisical topologi. Dari Phisical topologi tersebut, kita akan merubah menjadi logical topologi seperti berikut
Gambar 2 Logical topologi
Kenapa kita mesti mengubahnya menjadi logical topologi?.
Hal ini lebih disebabkan karena topologi dalam sebuah jaringan akan berubah secara dinamis. Tentu, kita tidak mungkin untuk selalu mengubah phisical topologi setiap ada perubahan topologi jaringan.
Hal yang paling pas dilakukan adalah hanya melakukan perubahan pada logical topologi, sedang pada phisical topologi tidak boleh ada perubahan sedikit pun. Hal ini karena jika phisical topology berubah, maka nantinya akan sangat mempengaruhi jaringan.
Untuk mengerjakan topologi tersebut, kita harus mengamati phisical topologi dan logical topologi sekaligus. Pengerjaannya pun juga harus dilakukan bertahap. Kita tidak bisa  menyelesaikan semuanya sekaligus.
Pertama kita amati pada Router R1. Perhatikan bahwa pada logical topologi, R1 hanya memiliki satu link saja, yaitu vlan 10 (perhatikan e0/0.10).
Karena hanya mempunyai satu link pada logical topologi, maka kita dapat mengkonfigurasi mode access pada interface MLS1 yang mengarah ke R1.
MLS1(config)#int e0/0

MLS1(config-if)#sw mod ac
MLS1(config-if)#sw ac vl 10
% Access VLAN does not exist. Creating vlan 10

 

Selanjutnya kita lakukan konfigurasi pada R1

R1(config)#int e0/0
R1(config-if)#no sh
R1(config-subif)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0

Konfigurasi R1 sudah selesai.
Selanjutnya kita mesti amati pada Router R2. Perhatikan bahwa R2 mempunyai dua link pada logical topologi. Karena Router R2 memiliki dua link, maka kita harus mengkonfigurasi mode trunk pada interface MLS1 yang mengarah ke R2 di phisical topology.
MLS1(config-if)#int e0/1

MLS1(config-if)#sw tru enc do
MLS1(config-if)#sw mod tr


Selanjutnya kita konfigurasi pada R2

R2(config-subif)#int e0/0
R2(config-if)#no sh

R2(config-if)#int e0/0.10
R2(config-subif)#enc do 10
R2(config-subif)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0


Sekarang kita lakukan uji coba ping dari R1 ke R2

R1(config-if)#do ping 12.12.12.2
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 12.12.12.2, timeout is 2 seconds:
.!!!!
Success rate is 80 percent (4/5), round-trip min/avg/max = 1/1/1 ms

Link antara R1 dan R2 sudah berhasil.
Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi link antara R2 dan MLS3. Yang perlu diingat bahwa kita tadi sudah mengkonfigurasikan interface MLS1 yang mengarah ke R2 menjadi trunk. Sekarang kita langsung konfigurasi di R2
R2(config-subif)#int e0/0.23

R2(config-subif)#enc do 23
R2(config-subif)#ip add 23.23.23.2 255.255.255.0


Konfigurasi di MLS3.
Perhatikan bahwa pada logical topologi MLS3 memiliki dua link. Jadi kita harus mengkonfigurasi mode trunk pada interface MLS1 yang mengarah ke MLS3.
MLS1(config-if)#int e0/3

MLS1(config-if)#sw tr enc do
MLS1(config-if)#sw mod tr


Sekarang kita lakukan konfigurasi pada MLS3

MLS3(config)#vlan 23
MLS3(config-vlan)#exi

MLS3(config)#int e0/0
MLS3(config-if)#sw tr enc do
MLS3(config-if)#sw mod tr

MLS3(config-if)#int vl 23
MLS3(config-if)#ip add 23.23.23.3 255.255.255.0
MLS3(config-if)#no sh


Perhatikan bahwa kita butuh membuat vlan 23 dan mengkonfigurasikan interface trunk pada MLS3. Hal ini disebabkan MLS3 pada phisical topologi hanya memiliki satu link, yaitu e0/0, sedangkan pada logical topologi MLS3 harus mempunyai dua link. Oke sekarang kita coba lakukan ping dari MLS3 ke R2
MLS3(config-if)#do ping 23.23.23.2

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 23.23.23.2, timeout is 2 seconds:
…..
Success rate is 0 percent (0/5)


Perhatikan bahwa sementara MLS3 masih belum bisa melakukan ping ke R2. Mengapa demikian? hal ini dikarenakan pada MLS1 masih belum terdapat vlan 23. Dengan demikian kita harus membuat vlan 23 di MLS1 lebih dulu.
MLS1(config-if)#vlan 23

MLS1(config-vlan)#exit


Sekarang kita coba ping lagi dari MLS3 ke R2

MLS3(config-if)#do ping 23.23.23.2
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 23.23.23.2, timeout is 2 seconds:
.!!!!
Success rate is 80 percent (4/5), round-trip min/avg/max = 1/1/3 ms

Sekarang link antara R2 dan MLS3 sudah berhasil.
Selanjutnya kita akan mengerjakan link antara MLS3 dengan MLS2. Perhatikan pada logical topologi, terlihat bahwa MLS2 hanya akan memiliki satu link, jadi interface MLS1 yang mengarah ke MLS2 hanya perlu kita konfigurasi dengan mode access
MLS1(config)#int e0/2

MLS1(config-if)#sw mod ac
MLS1(config-if)#sw ac vl 213
% Access VLAN does not exist. Creating vlan 213


MLS2(config)#int e0/0
MLS2(config-if)#no sw
MLS2(config-if)#ip add 213.213.213.2 255.255.255.0

Sekarang kita konfigurasi pada MLS3

MLS3(config-if)#vlan 213
MLS3(config-vlan)#exit

MLS3(config)#int vlan 213
MLS3(config-if)#no sh
MLS3(config-if)#ip add 213.213.213.3 255.255.255.0


Jika kita lakukan ping sekarang? bagaimanakah hasilnya? Tentu saja akan time out, hal ini dikarenakan kita belum membuat vlan 213 di MLS1. Kita buat dulu
MLS1(config-if)#vlan 213

MLS1(config-vlan)#exit


Sekarang kita coba lakukan ping dari MLS2 ke MLS3

MLS2(config-if)#do ping 213.213.213.3
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 213.213.213.3, timeout is 2 seconds:
.!!!!
Success rate is 80 percent (4/5), round-trip min/avg/max = 1/1/4 ms

Perhatikan bahwa MLS2 sudah bisa lakukan ping ke MLS3. Oke sampai saat ini kita sudah selesai mengerjakan soal diatas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here